Analisis Teori Pendidikan atas kejadian yang terjadi pada kokpin
Analisis Teori Pendidikan atas kejadian yang terjadi pada kokpin
Oleh : M.Rosidin Nawawi
Kokpin adalah seorang anak yang baru duduk dibangku sekolah dasar. Dia berasal dari keluarga yang selalu menuntut anaknya untuk selalu berprestasi (nilai baik) pada setiap palajarannya. Terutama adalah pelajaran matematika, tetapi kenyataannya kokpin tidak seperti yang diharapkan oleh orangtuanya dia selalu mendapatkan nilai kurang dari 90 sementara teman-teman nya yang lain selalu mendapatkan nilai bagus. Sehingga ibunya selalu menyruh untuk belajar terus bahkan sampai memukulnya dengan cara seperti itu ibunya berharap nkokpin dapat nilai yang bagus disekolahnya. Tetapi sebenarnya dibalik itu kokpin memilki keterampilan menggambar yang selalu dia kerjakan, tetapi ibnuya tidak mau tahu sehingga dia selalu merobeknya setiap kali kokpin membuat gambar. Sampailah suatu hari ibunya mengalami sakit dan kokpin menghampirinya serta mengungkapkan perassan maaf kepada ibunya karena dirinya tidak bias seperti yang diharapkan ibunya yaitumendapat nilai bagus didsekolah begitu juga ibunya pun juga menyampaikabn maaf kepada kokpin karena selama ini ia tidak memperhatikan bakat dan minat anaknya tersebut hingga akhirnya dating seorang utusan dari sekolah tempa kokpin belajar yang memberitahukan bahwa kokpin memperolah prestasi tingkat nasional dibidang menggambar.
Berdasarkan kejadian yang dialami oleh kokpin dapat diambil beberapa hal diantaranya setiap anak dilahirkan dengan memilki potensi kelebihan yang berbeda beda. Potensi adalah kelebihan yang dimilki setiap orang, maka orang yang sukses adalah jika ia dapat mengembangkan atau meningkatkan potensi yang ada pada dirinya .
Tidak dibenarkan bagi orang tua mengukur keberhasilan anak hanya dengan ukuran prestasi akademik semata sehingga selalu menuntut anaknya agar memperoleh nilai yang bagus. Tetapi sebagai orang tua dalam teori pendidikan perlu melihat bakat dan minat anaknya setelah diketahui minat dan bakat potensinya maka selanjutnya sebagai orang tua perlu mendukung dengan selalu memberi motifasi dan memberinya fasilitas sehingga anak dapat mengembangkan bakatnya, sehingga anak dapat menjalani proses belajar dengan tenang dan senang tanpa ada rasa terbebani dengan demikian maka kelak anak tersebut akan memperoleh keberhasilan.
Oleh : M.Rosidin Nawawi
Kokpin adalah seorang anak yang baru duduk dibangku sekolah dasar. Dia berasal dari keluarga yang selalu menuntut anaknya untuk selalu berprestasi (nilai baik) pada setiap palajarannya. Terutama adalah pelajaran matematika, tetapi kenyataannya kokpin tidak seperti yang diharapkan oleh orangtuanya dia selalu mendapatkan nilai kurang dari 90 sementara teman-teman nya yang lain selalu mendapatkan nilai bagus. Sehingga ibunya selalu menyruh untuk belajar terus bahkan sampai memukulnya dengan cara seperti itu ibunya berharap nkokpin dapat nilai yang bagus disekolahnya. Tetapi sebenarnya dibalik itu kokpin memilki keterampilan menggambar yang selalu dia kerjakan, tetapi ibnuya tidak mau tahu sehingga dia selalu merobeknya setiap kali kokpin membuat gambar. Sampailah suatu hari ibunya mengalami sakit dan kokpin menghampirinya serta mengungkapkan perassan maaf kepada ibunya karena dirinya tidak bias seperti yang diharapkan ibunya yaitumendapat nilai bagus didsekolah begitu juga ibunya pun juga menyampaikabn maaf kepada kokpin karena selama ini ia tidak memperhatikan bakat dan minat anaknya tersebut hingga akhirnya dating seorang utusan dari sekolah tempa kokpin belajar yang memberitahukan bahwa kokpin memperolah prestasi tingkat nasional dibidang menggambar.
Berdasarkan kejadian yang dialami oleh kokpin dapat diambil beberapa hal diantaranya setiap anak dilahirkan dengan memilki potensi kelebihan yang berbeda beda. Potensi adalah kelebihan yang dimilki setiap orang, maka orang yang sukses adalah jika ia dapat mengembangkan atau meningkatkan potensi yang ada pada dirinya .
Tidak dibenarkan bagi orang tua mengukur keberhasilan anak hanya dengan ukuran prestasi akademik semata sehingga selalu menuntut anaknya agar memperoleh nilai yang bagus. Tetapi sebagai orang tua dalam teori pendidikan perlu melihat bakat dan minat anaknya setelah diketahui minat dan bakat potensinya maka selanjutnya sebagai orang tua perlu mendukung dengan selalu memberi motifasi dan memberinya fasilitas sehingga anak dapat mengembangkan bakatnya, sehingga anak dapat menjalani proses belajar dengan tenang dan senang tanpa ada rasa terbebani dengan demikian maka kelak anak tersebut akan memperoleh keberhasilan.
Komentar
Posting Komentar