Karakteristik Guru yang Baik
KARAKTERISTIK GURU YANG BAIK
Oleh M. Rosidin Nawawi
Seperti apakah guru yang baik itu, petanyaan ini dilontarkan oleh UNESCO badan PBB untuk urusan pendidikan ilmu pengetahuan dan kebudayaan kepada siswa diseluruh dunia . Dari pertanyaan tersebut terkumpulah beberapa jawaban dari lima puluh Negara dan kemudian dihimpun menjadi buku yang diterbitkan dalam tiga bahasa yaitu ingris, Prancis dan spanyol, seperti itulah cara UNESCO untuk merekam pendapat anak-anak tentang gurunya dan sekaligus mengangkat citra guru. Guru merupakan unsur penting dalam dunia pendidikan, Tanggung jawab seorang guru adalah mengajarkan kepada anak didiknya ilmu yang bermanfaat dan berguna seluas-luasnya bagi kepentingan seluruh umat manusia. Dalam pandangan Negara guru adalah pahlawan yang berjasa dalam membangun suatu Negara karena ia berperan dalam mencerdaskan bangsa. Para ahli dan cendekiawan Islam telah menetapkan beberapa ciri seorang guru yang baik. Ciri-ciri tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Ikhlas dalam Mengemban Tugas sebagai Pengajar.
Seorang guru harus mempunyai falsafah hidup bahwa tugasnya tersebut merupakan bagian dari ibadah. Tentu saja suatu ibadah tidak akan diterima Allah bila tidak disertai dengan keikhlasan. Amat jauh perbedaan antara seorang guru yang ikhlas dan saleh dengan seorang guru yang munafik. Seorang pelajar biasanya dapat berprestasi karena keikhlasan dan kesalehan gurunya. Hal itu telah dijamin oleh Allah dalam firman-Nya berikut: “Hendaklah kalian menjadi orang-orang yang rabbani (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah), karena kalian selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya,” (QS Ali Imran [3]: 79)
b. Memegang Amanat dalam Menyampaikan Ilmu
Bagi seorang guru, ilmu merupakan amanat dari Allah yang harus disampaikan kepada anak didiknya dengan tanpa ada yang dikurangi. Ia juga harus menyampaikannya sebaik dan sesempurna mungkin. Jika ada seorang guru menahan atau menyembunyikan ilmu yang dimilikinya, maka ia berarti telah berkhianat pada amanat yang telah diberikan Allah kepadanya. Secara umum Allah telah memerintahkan untuk menyampaikan amanat (kepada yang berhak), termasuk amanat ilmu. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil (QS An-Nisa [4]: 58).
c. Memiliki Kompetensi dalam Ilmunya
Sudah menjadi keharusan bagi seorang pengemban tugas sebagai pengajar untuk memilki penguasaan yang cukup atas ilmu yang akan ia ajarkan. Ia juga dapat menggunakan sarana-sarana pendukung dalam menyampaikan ilmu. Allah memerintahkan setiap orang untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan yang diinginkan-Nya. Karakter ini berlandaskan sabda Rasulullah Saw. berikut: “Sesungguhnya Allah menyukai seorang di antara kalian yang bila bekerja ia menyelesaikan pekerjaannya (dengan baik),” (HR Al-Baihaqi). Disebutkan abad 21 merupakan abad global. Masa ini ditandai dengan kehidupan masyarakat yang berubah cepat karena dunia semakin menyatu. Maka pada era ini profesionalisme mutlak dibutuhkan, apalagi pada dunia global lebih diutamakan pada penguasaan kemampuan dan ketrampilan serta penuh dengan persaingan. Globalisasi mengubah hakikat kerja dari amatirisme menuju kepada profesionalisme.
d. Menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya
Seorang pelajar pasti selalu melihat gurunya. Baginya, seorang guru adalah contoh berakhlak dan bertingkah laku, seperti halnya ia mengambil ilmu darinya. Oleh karena itu, seorang guru berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seorang murid. Rasulullah sendiri dapat mempengaruhi khalayak ramai saat itu hanya dengan keteladanan beliau yang baik. Tidak heran bila waktu itu banyak orang Arab yang masuk Islam secara beramai-ramai. Tentang pentingnya keteladanan ini, Al-Quran menjelaskan dalam firman Allah Swt. berikut: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah, hari akhir (kiamat), dan dia banyak menyebut Allah,” (QS Al-Ahzab [33]: 21). Secara teoritis menjadi teladan merupakan bagian integral dari seorang guru sehingga menjadi guru berarti menerima tanggung jawab untuk menjadi teladan, memang setiap profesi mempunyai tuntutan-tuntutan khusus dan karenanya bila menolak berarti menolak profesi itu. Berikut ini beberapa hal berkaitan dengan sikap dalam kehidupan seharai-hari yang harus diperhatikan bagi seorang guru : Sikap, gaya bicara, kebiasaan bekerja, pakaian, hubungan kemanusiaan,.serta gaya hidup secara umum. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut diharapkan seorang guru benar-benar layak menjadi teladan, baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sebagai individu yang berkecimpung dalam dunia pendidikan guru harus mencerminkan seorang pendidik, salah satu ungkapan yang selalu melekat pada seorang guru adalah guru bisa digugu dan ditiru. Digugu maksudnya pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru.
e. Mengetahui Taraf Perkembangan anak.
Dengan mengetahui taraf perkembangan anak seorang guru dapat memberikan bimbingan kepada anak didik nya dengan tepat sesuai dengan usianya. Dalam hal ini seorang guru harus mengetahui psikologi perkembangan peserta didik yaitu fase-fase perkembangan berdasarkan pada usianya meliputi perkembangan kognitif, emosional dan sebagainya.
f. Mencintai muridnya
Sebagaimana pertanyaan yang disampaian oleh badan PBB dibidang pendidikan UNESCO mengenai guru yang baik. Maka ada salah satu pernyataan mengenai hal tersebut yang disampaikan oleh Le Nhu Anh dia adalah seorang murid dari Vietnam menyatakan bahwa Sungguh menyenangkan jika engkau wahai guru menyanyi dan bermain bersama kami memperlakukan kami sama dan mengerti perasaan, aspirasi dan suasana hati kami . Dalam nada yang sama Fatoumata menulis guru yang baik akan memperlakukan siswanya seperti anaknya sendiri. Berdasarkan pernyataan tersebut menjadi keharusan bagi seorang guru adalah sayang pada anak didiknya, karena dengan sikap tersebut akan terjalin hubungan yang baik antara guru dan murid, tidak hanya dilingkungan kelas tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
G. Berbuat yang terbaik
Guru yang baik akan selalu berupaya berbuat yang terbaik untuk siswanya, berbuat terbaik untuk orang disekitarnya. Guru yang baik akan selalu mengembangkan dirinya dan mensejajarkan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk melakukan hal tersebut guru harus aktif tidak saja mengajar, tetapi juga aktif di setiap kegiata-kegiatan yang berbau pendidikan. Apalagi sekarang ini kalau guru tidak aktif menambah ilmu pengetahuan, wawasan, dan ketrampilannya maka ia akan ketinggalan. Pendeknya citra sebagai guru akan berkurang.
Dalam dunia pendidikan guru selalu menjadi tokoh sentral dalam memajukan dunia pendidikan. Ia mempunyai andil yang sangat besar terhadap keberhasilan proses pendidikan tersebut. Berat tanggung jawab yang harus dipikul oleh guru kalu ia sadar dengan profesinya sebagai guru. Guru tidak saja diharapkan pintar mengajar di depan keas, tetapi juga mempunyai andil dalam kehidupan bermasyarakat. Guru diharapkan menghasilkan siswa didik yang berkualitas sehingga dapat melahirkan generasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin rumit.
Daftar Pustaka :
Isjoni, Gurukah yang dipesalahkan menakar posisi guru ditengah dunia pendidikan kita, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2006
E .Mulyasa, Menjadi guru Profesional,(Bandung :Rosda, 2007),
Oleh M. Rosidin Nawawi
Seperti apakah guru yang baik itu, petanyaan ini dilontarkan oleh UNESCO badan PBB untuk urusan pendidikan ilmu pengetahuan dan kebudayaan kepada siswa diseluruh dunia . Dari pertanyaan tersebut terkumpulah beberapa jawaban dari lima puluh Negara dan kemudian dihimpun menjadi buku yang diterbitkan dalam tiga bahasa yaitu ingris, Prancis dan spanyol, seperti itulah cara UNESCO untuk merekam pendapat anak-anak tentang gurunya dan sekaligus mengangkat citra guru. Guru merupakan unsur penting dalam dunia pendidikan, Tanggung jawab seorang guru adalah mengajarkan kepada anak didiknya ilmu yang bermanfaat dan berguna seluas-luasnya bagi kepentingan seluruh umat manusia. Dalam pandangan Negara guru adalah pahlawan yang berjasa dalam membangun suatu Negara karena ia berperan dalam mencerdaskan bangsa. Para ahli dan cendekiawan Islam telah menetapkan beberapa ciri seorang guru yang baik. Ciri-ciri tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Ikhlas dalam Mengemban Tugas sebagai Pengajar.
Seorang guru harus mempunyai falsafah hidup bahwa tugasnya tersebut merupakan bagian dari ibadah. Tentu saja suatu ibadah tidak akan diterima Allah bila tidak disertai dengan keikhlasan. Amat jauh perbedaan antara seorang guru yang ikhlas dan saleh dengan seorang guru yang munafik. Seorang pelajar biasanya dapat berprestasi karena keikhlasan dan kesalehan gurunya. Hal itu telah dijamin oleh Allah dalam firman-Nya berikut: “Hendaklah kalian menjadi orang-orang yang rabbani (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah), karena kalian selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya,” (QS Ali Imran [3]: 79)
b. Memegang Amanat dalam Menyampaikan Ilmu
Bagi seorang guru, ilmu merupakan amanat dari Allah yang harus disampaikan kepada anak didiknya dengan tanpa ada yang dikurangi. Ia juga harus menyampaikannya sebaik dan sesempurna mungkin. Jika ada seorang guru menahan atau menyembunyikan ilmu yang dimilikinya, maka ia berarti telah berkhianat pada amanat yang telah diberikan Allah kepadanya. Secara umum Allah telah memerintahkan untuk menyampaikan amanat (kepada yang berhak), termasuk amanat ilmu. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil (QS An-Nisa [4]: 58).
c. Memiliki Kompetensi dalam Ilmunya
Sudah menjadi keharusan bagi seorang pengemban tugas sebagai pengajar untuk memilki penguasaan yang cukup atas ilmu yang akan ia ajarkan. Ia juga dapat menggunakan sarana-sarana pendukung dalam menyampaikan ilmu. Allah memerintahkan setiap orang untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan yang diinginkan-Nya. Karakter ini berlandaskan sabda Rasulullah Saw. berikut: “Sesungguhnya Allah menyukai seorang di antara kalian yang bila bekerja ia menyelesaikan pekerjaannya (dengan baik),” (HR Al-Baihaqi). Disebutkan abad 21 merupakan abad global. Masa ini ditandai dengan kehidupan masyarakat yang berubah cepat karena dunia semakin menyatu. Maka pada era ini profesionalisme mutlak dibutuhkan, apalagi pada dunia global lebih diutamakan pada penguasaan kemampuan dan ketrampilan serta penuh dengan persaingan. Globalisasi mengubah hakikat kerja dari amatirisme menuju kepada profesionalisme.
d. Menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya
Seorang pelajar pasti selalu melihat gurunya. Baginya, seorang guru adalah contoh berakhlak dan bertingkah laku, seperti halnya ia mengambil ilmu darinya. Oleh karena itu, seorang guru berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seorang murid. Rasulullah sendiri dapat mempengaruhi khalayak ramai saat itu hanya dengan keteladanan beliau yang baik. Tidak heran bila waktu itu banyak orang Arab yang masuk Islam secara beramai-ramai. Tentang pentingnya keteladanan ini, Al-Quran menjelaskan dalam firman Allah Swt. berikut: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah, hari akhir (kiamat), dan dia banyak menyebut Allah,” (QS Al-Ahzab [33]: 21). Secara teoritis menjadi teladan merupakan bagian integral dari seorang guru sehingga menjadi guru berarti menerima tanggung jawab untuk menjadi teladan, memang setiap profesi mempunyai tuntutan-tuntutan khusus dan karenanya bila menolak berarti menolak profesi itu. Berikut ini beberapa hal berkaitan dengan sikap dalam kehidupan seharai-hari yang harus diperhatikan bagi seorang guru : Sikap, gaya bicara, kebiasaan bekerja, pakaian, hubungan kemanusiaan,.serta gaya hidup secara umum. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut diharapkan seorang guru benar-benar layak menjadi teladan, baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sebagai individu yang berkecimpung dalam dunia pendidikan guru harus mencerminkan seorang pendidik, salah satu ungkapan yang selalu melekat pada seorang guru adalah guru bisa digugu dan ditiru. Digugu maksudnya pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru.
e. Mengetahui Taraf Perkembangan anak.
Dengan mengetahui taraf perkembangan anak seorang guru dapat memberikan bimbingan kepada anak didik nya dengan tepat sesuai dengan usianya. Dalam hal ini seorang guru harus mengetahui psikologi perkembangan peserta didik yaitu fase-fase perkembangan berdasarkan pada usianya meliputi perkembangan kognitif, emosional dan sebagainya.
f. Mencintai muridnya
Sebagaimana pertanyaan yang disampaian oleh badan PBB dibidang pendidikan UNESCO mengenai guru yang baik. Maka ada salah satu pernyataan mengenai hal tersebut yang disampaikan oleh Le Nhu Anh dia adalah seorang murid dari Vietnam menyatakan bahwa Sungguh menyenangkan jika engkau wahai guru menyanyi dan bermain bersama kami memperlakukan kami sama dan mengerti perasaan, aspirasi dan suasana hati kami . Dalam nada yang sama Fatoumata menulis guru yang baik akan memperlakukan siswanya seperti anaknya sendiri. Berdasarkan pernyataan tersebut menjadi keharusan bagi seorang guru adalah sayang pada anak didiknya, karena dengan sikap tersebut akan terjalin hubungan yang baik antara guru dan murid, tidak hanya dilingkungan kelas tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
G. Berbuat yang terbaik
Guru yang baik akan selalu berupaya berbuat yang terbaik untuk siswanya, berbuat terbaik untuk orang disekitarnya. Guru yang baik akan selalu mengembangkan dirinya dan mensejajarkan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk melakukan hal tersebut guru harus aktif tidak saja mengajar, tetapi juga aktif di setiap kegiata-kegiatan yang berbau pendidikan. Apalagi sekarang ini kalau guru tidak aktif menambah ilmu pengetahuan, wawasan, dan ketrampilannya maka ia akan ketinggalan. Pendeknya citra sebagai guru akan berkurang.
Dalam dunia pendidikan guru selalu menjadi tokoh sentral dalam memajukan dunia pendidikan. Ia mempunyai andil yang sangat besar terhadap keberhasilan proses pendidikan tersebut. Berat tanggung jawab yang harus dipikul oleh guru kalu ia sadar dengan profesinya sebagai guru. Guru tidak saja diharapkan pintar mengajar di depan keas, tetapi juga mempunyai andil dalam kehidupan bermasyarakat. Guru diharapkan menghasilkan siswa didik yang berkualitas sehingga dapat melahirkan generasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin rumit.
Daftar Pustaka :
Isjoni, Gurukah yang dipesalahkan menakar posisi guru ditengah dunia pendidikan kita, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2006
E .Mulyasa, Menjadi guru Profesional,(Bandung :Rosda, 2007),
Komentar
Posting Komentar